Jumat, 01 April 2011

Titip Rindu buat Ayah

                Engkau adalah ayah yang sangat berarti bagi ku, aku sangat bangga kepadamu. sebagai anak2mu kami sangat beruntung memiliki ayah sepertimu. walaupun didikan mu terhadap kami anak2mu cukup keras tapi sekarang kami merasakan hasil yang sangat baik terhadap didikan mu selama ini...
   Uhibbuka Abi...hanya itulah kata-kata terakhir yang bisa keluar dari mulut kami anak-anakmu untukmu walaupun kata-kata itu tidak sempat engkau dengar dari mulut kami...
kami anak-anakmu berharap dan selalu berdo'a kepada sang pemilik alam semesta semoga engkau baik-baik saja dialam sana, alam dimana tempat kita semua kembali berkumpul. abii...apakah engkau baik-baik saja dialam sana? semoga Allah memberikan tempat yang sangat layak untukmu disana, memberikan kasur yang lebih empuk lagi yang tidak ada seorang manusiapun merasakan nikmatnya di kasur yang engkau tiduri sekarang....
   Aku selalu berdo'a untuk mu abiii selalu...aku sebagai anakmu tak akan pernah melupakanmu, sampai kapanpun do'a kami sebagai anak-anakmu yang sholeh dan sholehah selalu Allah sampaikan untukmu.
abii terima kasih banyak ya...sampai sekarang kami selalu mengenal Islam itu dengan baik berkat kasih sayangmu sebagai seorang ayah yang selalu mencintai kami.
   Masih segar dalam ingatan kami anak-anakmu, saat kami masih kecil...sapu dan sabuk selalu nempel di kulit kami ketika mulai malas shalat dan mengaji. saat itu tidak ada jalan lain bagi kami kecuali harus lari secepatnya ke masjid sebelum sabuk atau lidi mengenai kulit kami. satu hal lagi yang tidak pernah kami lupa, engkau selalu mengajarkan kami untuk mengenal dan mencintai masjid.
   Allah...terima kasih ya Allah telah memberikan kami abi yang sangat cinta dan taat kepadaMU.
Beliau juga sangat menyayangi keluarganya, juga sangat mengasihi ibunya. itulah salah satu pelajaran yang kami ambil dari sekian banyak pelajaran yang diajarkannya, walaupun masa kecil tidak pernah bahagia dan mendapatkan perlakuan yang pantas yang seharusnya beliau dapatkan dari orang tuanya, tapi beliau tidak pernah dendam dan marah kepada orang tuanya...bahkan mengasihinya dan menunjukkan baktinya dengan baik kepada mereka.
   Abii...saat dirimu sakitpun, engkau tidak pernah mau menyusahkan siapapun termasuk anak-anakmu...
engkau hanya merasakan sakitmu sendiri, yang kami tahu sakitmu itu sangatlah sakit engkau rasakan....
barulah setelah 1 bulan akan kepergianmu engkau melihatkan rasa sakitmu, yang saat itu dibawa berobat ke rumah sakit, yang aku tau juga engkau dari dulu sangat anti sekali berobat kerumah sakit...
abii...apakah sedemikian sakitkah dirimu dengan penyakit yang engkau rasakan?
   Ya Allah jadikanlah rasa sakit yang dirasakan oleh ayah hamba menjadi pelebur semua dosa-dosanya...Amien
   Biasanya aku selalu menelpon mu abi, menanyakan kabar kesehatanmu, menanyakan sedang apa dirimu saat itu...tapi entah mengapa kamis malam satu hari sebelum kepergian mu aku tidak menelponmu dan malamnya aku merasakan rindu yang amat sangat, rindu mau bicara denganmu malam itu...tapi entah kenapa aku urungkan niatku untuk menelponmu dan rencananya akan ku telpon besoknya...
   Belum sempat aku menelpon mu esok harinya, jum'at pagi pukul 1 aku dikagetkan oleh deringan hp yang tak lain dari kakak ku diseberang sana yang mengabarkan bahwa dirimu telah menemui sang Kekasih...
yang aku tau malam itu engkau ditemani oleh istri tercinta mu seorang, yang tak lain adalah ibu yang sangat kusayangi...
   Abii...maafkan kami anak-anakmu yang tidak bisa menemani saat-saat terakhir menjelang kepergianmu...
satuhal lagi yang sangat ku sedihkan, aku tidak bisa melihatmu tuk saat-saat terakhirmu, saat engkau di mandikan..saat engkau di kafani, saat engkau dishalatkan dan saat engkau di kuburkan............................
tapi aku masih bersyukur kepada Allah, dan Allah juga masih sangat menyayangimu...engkau masih didekatkan dengan 3 orang anak laki-laki mu yang baik dan sholeh-sholeh...Alhamdulillah mereka semua yang mengurusmu abiii......
   Walaupun isak tangis mereka tidak pernah berhenti, pedih karna kehilanganmu...tapi mereka sangat tegar dan ikhlas melepaskan kepergian mu....ya..kita semua ikhlas melepasmu dengan do'a yang tidak akan putus-putusnya....
   Abiii...engkau telah sukses melepas semua anak-anakmu mengharungi bahtera rumah tangga dengan baik...
abiii...semoga amal ibadahmu diterima oleh Allah Rabb pencipta alam semesta..dan semua dosa-dosa kecil sampai yang besarpun sudah di hapus oleh Allah...
engkau adalah ayah yang sangat hebat bagi kami ke lima anak-anak mu....
abiii...kami selalu mendo'akan mu semoga mendapatkan tempat yang sangat indah di sana, semoga engkau dikumpulkan dengan kumpulan para Nabi, sahabat, tabi'in dan salafus shalih....Aamiin

*untuk mu abi yang telah dulu menemui sang Kekasih sang pencipta kita semua...
ya Allah aku titipkan ayahku kepada Mu...sayangilah dia ya Rabb lebih dari dia menyayangi kami dan mendidik kami untuk cinta dan taat kepadaMu...*

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar